berangkat dari ide yang dicetuskan oleh Chand Parwez tentang realita sehari-hari bangsa ini. Melihat sepak terjang para wakil rakyat yang datang dari beragam latar belakang dan motivasi, Chand Parwez merasakan suatu kebutuhan untuk merenungkannya secara jenaka dalam tontonan sebuah film. Sehingga apabila di areal sekitar gedung tempat wakil rakyat memperjuangkan nasib rakyat penuh dengan penjual cermin, seyogyanya film ini juga jadi ‘cermin’ bagi calon wakil rakyat maupun yang memilihnya.
Ide tersebut kemudian memperoleh bentuk yang lebih konkrit setelah dibicarakannya dengan Monty Tiwa. Naluri komedis sutradara muda tersebut mampu menghidupkan kisah seorang pemuda sederhana bernama Bagyo yang secara kebetulan terseret ke dalam hiruk pikuk panggung politik nasional.
Perjalanan hidup Bagyo, yang diperankan oleh Tora Sudiro, di dunia politik menjadi tema sentral filmWAKIL RAKYAT. Dalam skenario yang ditulis bersama-sama oleh Eric Tiwa dan Monty Tiwa si tokoh utama dibuat jatuh bangun menjalani realita yang tidak pernah diinginkannya.
Sinopsis
Karena melakukan kesalahan fatal pada acara rakernas sebuah partai besar Bagyo harus kehilangan pekerjaannya. Musibah itu membuat rencana pernikahannya dengan Ani terancam batal. Apa lagi Abdul, ayah Ani memang tidak menyukainya. Bagyo terpaksa harus mencari cara terbaik untuk mewujudkan impiannya bersanding dengan Ani.
Di tengah kesulitan itu musibah lain yang lebih besar datang menimpa Bagyo. Uang untuk ongkos orang tuanya datang melamar ke
Kebetulan para penjahat itu sedang merampok seorang artis terkenal bernama Atika. Aksi itu gagal karena Bagyo tiba-tiba muncul dan langsung menghajar mereka hingga babak belur. Tanpa disengaja tindakan Bagyo membuat Atika luput dari bahaya. Kejadian itu pun berbuntut panjang.
Bagyo disanjung sebagai pahlawan. Ia dipuja-puji karena dianggap rela berkorban untuk menyelamatkan Atika yang tak berdaya. Kisah keberanian Bagyo menjadi berita besar. Namanya langsung jadi buah bibir di berbagai media nasional maupun daerah.
Ketenaran Bagyo lalu dimanfaatkan oleh sebuah partai politik papan atas untuk menggaet dukungan
Di
Ternyata Bagyo menemukan kenyataan lain yang lebih penting daripada nama besar dan popularitas. Masyarakat desa lebih tahu apa yang paling mereka butuhkan. Mereka lebih menghargai kejujuran dan ketulusan daripada kata-kata muluk yang diobral dalam sebuah kampanye politik.


Currently have 0 komentar: